Thursday, October 09, 2014

Curse of The Wicked Doll


Before the conjuring, there was Annabelle. Di-setting sebagai prekuel film The Conjuring, film ini kurang berhasil menampilkan sensasi horror yang sama. Ditangani James Wan yang kini duduk sebagai produser, horror yang disampaikan jauh di bawah The Conjuring. Bahkan tagline yang cukup menjanjikan dengan mendompleng nama pendahulunya hanya sekadar menjadi tagline.

Penggemar film bergenre horror pasti tahu The Conjuring rilisan 2013 lalu. Ketegangan demi ketegangan bergantian datang menghampiri semua yang menonton film itu. Baik dari element of surprise atau dari sosok Bathsheba yang creepy. Ada sebuah boneka yang juga menjadi unsur penting pembentuk cerita pada film tersebut. Boneka anak perempuan dengan gaun putih itu diketahui bernama Annabelle.

Annabelle hadir sebagai prekuel The Conjuring. Menceritakan awal mula sejarah boneka berhantu yang diangkat dari kisah nyata ini. Film ini mencoba mengemas tone yang sama, dengan suspense serupa. Kisah dimulai ketika pasangan suami-istri John dan Mia Gordon sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. John yang diperankan Ward Horton memberikan hadiah istrinya sebuah boneka perempuan. Barang yang memang selama ini telah menjadi incaran Mia (diperankan Annabelle Wallis).

Malam pertama boneka itu ada di rumah mereka, sebuah kejadian tragis terjadi di rumah tetangga mereka, keluarga Higgins. Suami-istri keluarga itu dibunuh secara sadis oleh putri mereka sendiri yang menjadi pengikut sekte aliran hitam. Tak hanya itu, putri keluarga Higgins yang bernama Annabelle itu juga mengincar John dan Mia. Meski akhirnya keduanya selamat, peristiwa itu mengakibatkan boneka perempuan hadiah John kerasukan jiwa Annabelle. And the curse begins.

Kejadian demi kejadian terus mengikuti pasangan Gordon, bahkan setelah Mia meminta John membuang boneka itu dan keduanya pindah rumah. Di flat barunya, John dan Mia yang telah melahirkan putri mereka bernama Leah terus diteror kehadiran boneka itu. Tak tahan dengan keadaan seperti itu, John meminta bantuan seorang pastor bernama Perez. Sementara, Mia berkenalan dengan wanita pemilik toko buku bernama Evelyn. Kedua tokoh ini yang kemudian memberikan bantuan kepada John dan Mia.

Suspense dan thrill yang berjalan tak semulus The Conjuring, bisa membuat Anda menebak alur ceritanya. Sosok boneka yang kemudian disebut Annabelle itu kurang mendapatkan porsi yang cukup menyeramkan. Alih-alih demikian, John R Leonetti, sutradara film ini malah menampilkan sosok demon yang pada kisahnya ingin dibangkitkan oleh sekte aliran hitam itu. Meski tak pernah tampak secara keseluruhan, bagi sebagian orang, kehadiran sosok bertanduk yang too obvious itu jadi agak mengganggu.

Tetapi hingga penghujung film setelah Evelyn mengorbankan jiwanya sebagai syarat kebangkitan demon itu, sosoknya tak pernah diperlihatkan. Bagi Anda yang mengharapkan kualitas horror seperti The Conjuring, mungkin akan sedikit kecewa menonton Annabellle. Tetapi sebagai sebuah prekuel, film ini memberikan gambaran timeline dan background cerita yang cukup utuh disandingkan dengan The Conjuring.

Welcome To My Life (Again...)

Cerita ini bermula ketika saya browsing tentang sebuah film yang belum lama ini diputar di bioskop. Sebuah blog mengingatkan saya tentang situs ini. Lama sekali tak saya update. Bahkan untuk sekadar log in pun membutuhkan effort yang tidak sedikit.

Singkat cerita saya dapat kembali log in ke situs ini. Rasa rindu menumpahkan semua perasaan di blog ini membuat saya bingung. Tulisan macam apa yang akan saya post setelah lebih dari setengah dasawarsa blog ini hiatus.

Kehidupan saya? Hmmm.... Pasti akan membosankan bagi yang pernah membaca postingan-postingan saya sebelumnya. Karena masih dengan "kegelapan" yang sama, hidup saya masih berjalan seperti ini. Tetap dengan rutinitas pekerjaan, meski dengan tempat dan rekan bekerja yang baru.

Orang-orang baru di hidup saya datang dan pergi silih berganti. Ada dengan cara yang baik, ada pula yang kurang mengenakkan. Tetapi saya sangat bersyukur berkat kehadiran mereka, saya tetap bisa menjaga kewarasan saya di tahap ini. Masih dengan topeng yang sama.... Welcome to my life (again...)