Thursday, June 15, 2006

In Memoriam... FORTE!

Forte adalah sebuah band yang “tidak mau” maju. Potensi mereka sangat besar. Walaupun skill musik anak-anak itu tidak terlalu tinggi, tapi tidak malu-maluin juga lah… Yang pasti keinginan mereka (waktu itu) sangat tinggi untuk memajukan band itu. Itu dulu… sekarang… Dengan alasan keterbatasan waktu dan sebagainya, mereka berjalan sendiri-sendiri…

Dan itu nasib saya sebagai salah satu anggota band tersebut. Seolah tidak memedulikan betapa waktu, tenaga dan biaya kami sudah tersita untuk memajukan band ini. Berbagai sesi rekaman dengan hasil demo yang tak kunjung masuk ke pihak label. Latihan demi latihan yang telah kami lalui, festival yang tak kunjung berprestasi… Yah mau dibilang apa… ini nasib band saya… Setiap pertemuan pasti akan berujung perpisahan.

Kalau boleh kilas balik, band ini terbentuk ketika UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa-buat yang ga tau) paduan suara kampus saya membutuhkan sebuah band pengiring untuk konser tunggal mereka. Saya yang juga tergabung di UKM itu berinisiatif untuk membuat band yang terdiri dari anggota UKM itu juga.

Setelah konser yang lumayan sukses, kami, anggota band itu memutuskan untuk mencoba berdiri sendiri. Kami merasakan nuansa seni yang sama di diri kami, dan menamakan band kami Galaxy (Gabungan Laki-laki Sexy – kalo dipikir jijay banget). Tanpa bermaksud serius, kami berlatih dan terus berlatih. Dan setelah melalui beberapa pergantian personil, kami memutuskan untuk lebih serius. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengubah nama menjadi FORTE.

Jujur, kami sudah mencapai pada titik jenuh ketika di antar kami masih saja berkutat membahas konsep musik kami. Saya pikir sudah tidak pada tempatnya, ketika kami sudah memiliki sekitar 7 buah lagu yang siap rekam, bahkan 5 di antaranya sudah direkam dalam bentuk CD. Kami masih memikirkan konsep musik. Tapi demokrasi mengalahkan segalanya, kami kembali mempermasalahkan konsep musik band kami.

Titik perpecahan mulai terlihat ketika saya memberitahukan bahwa saya diterima bekerja di sebuah suratkabar ibukota. Kesibukan saya pasti menghambat kemajuan band ini, demikian kata saya waktu itu. Bahkan saya sempat mengajukan opsi untuk band itu terus maju tanpa saya. Tapi mereka menolak opsi itu dengan alasan kebersamaan band.

Hasilnya, kala itu, FORTE bagaikan hidup enggan, mati tak mau. Semakin jarangnya kami latihan membuat interaksi semakin berkurang. Hingga akhirnya tanpa sadar, FORTE bubar… Paling tidak itu yang saya pikir, ketika salah satu dari kami tidak lagi berniat untuk meneruskan perjuangannya bersama band ini. Selamat Tinggal FORTE… Selamat berjumpa lagi teman-teman, musik kita akan tetap hidup di winamp komputer saya… Semoga kita dapat berkumpul kembali seperti dulu…!

1 comment:

dahlia said...

huahahahahahahaha sexy ???!!!!

aaah masa iyaaaa...???

hayu buktikan !!!!


kakakakakakakak