Enam Senar
Art - is - Universal
Thursday, October 09, 2014
Curse of The Wicked Doll
Welcome To My Life (Again...)
Singkat cerita saya dapat kembali log in ke situs ini. Rasa rindu menumpahkan semua perasaan di blog ini membuat saya bingung. Tulisan macam apa yang akan saya post setelah lebih dari setengah dasawarsa blog ini hiatus.
Kehidupan saya? Hmmm.... Pasti akan membosankan bagi yang pernah membaca postingan-postingan saya sebelumnya. Karena masih dengan "kegelapan" yang sama, hidup saya masih berjalan seperti ini. Tetap dengan rutinitas pekerjaan, meski dengan tempat dan rekan bekerja yang baru.
Orang-orang baru di hidup saya datang dan pergi silih berganti. Ada dengan cara yang baik, ada pula yang kurang mengenakkan. Tetapi saya sangat bersyukur berkat kehadiran mereka, saya tetap bisa menjaga kewarasan saya di tahap ini. Masih dengan topeng yang sama.... Welcome to my life (again...)
Friday, August 25, 2006
Merdeka? Belum Tentu...!
Sepertinya sudah agak terlambat kalau saya mengucapkan selamat atas ulang tahun kemerdekaan ke-61 bagi Republik tercinta ini. Tapi saya hanya ingin memaknai lebih dalam apa artinya sebuah kemerdekaan. Ada yang mengatakan merdeka adalah ketika kita sudah bebas mengeluarkan ekspresi. Sebebas mungkin hingga semua orang tahu apa yang kita inginkan. Setelah era yang “katanya” reformasi, banyak orang yang entah keblinger atau “terlalu” luas menginterpretasikan makna kemerdekaan berekspresi.
Tapi jika dilihat dari lingkungan terkecil yang saya hadapi sehari-hari. Kemerdekaan berekspresi itu tidak saya temukan! Sumpah! Saya sudah muak dengan yang namanya pengekangan berekspresi. Bahkan hanya untuk mengutarakan uneg-uneg di hati, masih mengalami pengekangan.
Salah satu bukti konkritnya, pada bulan Juli yang lalu, saya sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk meng-update blog ini. Bukan tidak sempat, tapi karena saya tidak memiliki akses untuk sekadar membuka blog ini. Dengan alasan menghambat kinerja pekerjaan dan berbahaya bagi keamanan CPU masing-masing, banyak situs di internet yang harus diblokir.
Saya tidak menyalahkan alasannya atau orang yang terpaksa melakukan keputusan itu. Saya juga tidak heran jika situs yang berbau porno menjadi korban pemblokiran itu. Tapi kenapa situs seperti blogger juga harus mengalaminya, itu yang menurut saya kurang masuk akal. Biasanya para blogger adalah orang yang ingin mengekspresikan dirinya lebih jauh lagi. Agar orang-orang yang membaca jurnalnya sedikit banyak mengerti akan eksistensinya.
Untungnya titik terang mulai muncul ketika saya berbincang dengan salah satu teman yang dapat mengusahakan pemblokiran itu sedikit dikurangi. Dan hasilnya, blog ini kembali ter-update. Terimakasih teman…! Akhirnya kembali saya sedikit merasa mendapatkan kemerdekaan…! Merdeka…!
Friday, August 18, 2006
Cinta = Aneh = Gila
Kala kita jatuh cinta, ada perasaan aneh yang bisa membuat kita munafik.Sebagian mensyukuri datangnya perasan itu, sementara lainnya menafikan dengan berbagai alasan.
Perasaan yang ditimbulkannya membuat gelap akal sehat. Tak mampu lagi membedakan yang “benar” dengan yang “seharusnya benar”.
Menurut mereka yang “gila” dalam perasaan itu, semua tentang perasaan itu adalah benar. Sebagian bahkan dapat membuat melupakan kenyataan.
Kala kita jatuh cinta, ada sensasi menyenangkan sekaligus menegangkan. Seperti seluruh dunia berada di genggamanmu ketika berdua dengannya. Berharap agar saat itu berlangsung selamanya dan tak pernah terlewati.
Perasaan gila yang aneh...
Thursday, June 22, 2006
Putus Cinta dan Doktrin Musik

Lelah hati yang tak kau lihat. Andai saja dapat kau rasakan letihnya jiwaku karena sifatmu.
Indah cinta yang kau berikan. Kini tiada lagi kudapatkan, teduhnya, jiwa.
Baiknya ku pergi, tinggalkan dirimu, sejauh mungkin. Untuk melupakanmu.
Dirimu yang selalu, tak pedulikanku, yang mencintaimu, yang menyayangimu.
Bila saat nanti, aku jauh. Kuharap kau mengerti, kuharap kau sadari.
Belum lama ini, salah satu teman saya harus merasakan kekecewaan dalam hidup percintaannya. Bagi saya itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi tetap saja itu menjadi semacam pengingat untuk saya. Semua tidak ada yang sempurna dan yang baik tidak akan berlangsung selamanya.
Betapa besar kita mencinta seseorang, tak berarti apa-apa jika tidak mendapatkan timbal balik yang seimbang.
It’s good to love somebody, but it’s better to be loved
Untuk teman saya itu saya tidak bisa memberikan apa-apa selain semangat dan harapan, dia akan menemukan belahan jiwanya yang lain. Di satu sisi, saya hanya dapat menggambarkan bahwa lirik lagu ini cocok untuk kondisi hatinya.
Entah kenapa saya terdoktrin oleh selera musik adik saya. Belakangan ini saya sangat menyukai lagu-lagu dari grup band yang sedang naik daun. Seperti Ungu, Samson, dan Naff. Bukannya saya tidak menyukai mereka, tapi apa yang terjadi dengan selera musik saya dulu terhadap band-band Indonesia.
Dulu saya menggemari keindahan lirik Katon Bagaskara dalam setiap lagu KLa Project. saya kerap menikmati mengalunnya melodi yang diciptakaan oleh Yovie atau harmonisnya nada-nada yang tercipta dari otak kreatifnya Ahmad Dhani.
Saya tetap menyukai mereka, tapi dominasi nada simple pop, atau ear pop dari Ungu, Samson dan Naff memborbadir saya hingga terbius. Jadi lirik dari lagu merekalah yang terngiang di kepala saya untuk menggambarkan kondisi dari teman saya itu.
Sunday, June 18, 2006
Ikhlas… Maaf…
Ketika “ingin” mengais, mencoba merengkuh sesuatu yang bukanlah miliknya. Ketika “pikir” buta akan kebenaran di depan matanya. Kegelapan hati yang tidak berujung membawa saya, kita, mereka dalam kenyataan semu.
Maaf adalah salah satu cara melatih ikhlas. Kala maaf hanya sekedar menjadi kata penghias, ikhlas tertutup maknanya.
Thursday, June 15, 2006
In Memoriam... FORTE!
Forte adalah sebuah band yang “tidak mau” maju. Potensi mereka sangat besar. Walaupun skill musik anak-anak itu tidak terlalu tinggi, tapi tidak malu-maluin juga lah… Yang pasti keinginan mereka (waktu itu) sangat tinggi untuk memajukan band itu. Itu dulu… sekarang… Dengan alasan keterbatasan waktu dan sebagainya, mereka berjalan sendiri-sendiri…
Dan itu nasib saya sebagai salah satu anggota band tersebut. Seolah tidak memedulikan betapa waktu, tenaga dan biaya kami sudah tersita untuk memajukan band ini. Berbagai sesi rekaman dengan hasil demo yang tak kunjung masuk ke pihak label. Latihan demi latihan yang telah kami lalui, festival yang tak kunjung berprestasi… Yah mau dibilang apa… ini nasib band saya… Setiap pertemuan pasti akan berujung perpisahan.
Kalau boleh kilas balik, band ini terbentuk ketika UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa-buat yang ga tau) paduan suara kampus saya membutuhkan sebuah band pengiring untuk konser tunggal mereka. Saya yang juga tergabung di UKM itu berinisiatif untuk membuat band yang terdiri dari anggota UKM itu juga.
Setelah konser yang lumayan sukses, kami, anggota band itu memutuskan untuk mencoba berdiri sendiri. Kami merasakan nuansa seni yang sama di diri kami, dan menamakan band kami Galaxy (Gabungan Laki-laki Sexy – kalo dipikir jijay banget). Tanpa bermaksud serius, kami berlatih dan terus berlatih. Dan setelah melalui beberapa pergantian personil, kami memutuskan untuk lebih serius. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengubah nama menjadi FORTE.
Jujur, kami sudah mencapai pada titik jenuh ketika di antar kami masih saja berkutat membahas konsep musik kami. Saya pikir sudah tidak pada tempatnya, ketika kami sudah memiliki sekitar 7 buah lagu yang siap rekam, bahkan 5 di antaranya sudah direkam dalam bentuk CD. Kami masih memikirkan konsep musik. Tapi demokrasi mengalahkan segalanya, kami kembali mempermasalahkan konsep musik band kami.
Titik perpecahan mulai terlihat ketika saya memberitahukan bahwa saya diterima bekerja di sebuah suratkabar ibukota. Kesibukan saya pasti menghambat kemajuan band ini, demikian kata saya waktu itu. Bahkan saya sempat mengajukan opsi untuk band itu terus maju tanpa saya. Tapi mereka menolak opsi itu dengan alasan kebersamaan band.
Hasilnya, kala itu, FORTE bagaikan hidup enggan, mati tak mau. Semakin jarangnya kami latihan membuat interaksi semakin berkurang. Hingga akhirnya tanpa sadar, FORTE bubar… Paling tidak itu yang saya pikir, ketika salah satu dari kami tidak lagi berniat untuk meneruskan perjuangannya bersama band ini. Selamat Tinggal FORTE… Selamat berjumpa lagi teman-teman, musik kita akan tetap hidup di winamp komputer saya… Semoga kita dapat berkumpul kembali seperti dulu…!
Thanx n Welcome
Setahun sudah lewat dia menemani saya. Berjalan tak kenal lelah. Kadang menerobos teriknya sinar matahari, kadang bermandikan hujan lebat dan membelah genangan air. Acara demi acara yang saya datangi selalu didampingi olehnya. Hingga suatu saat dia tidak lagi bersama saya. Karena suatu sebab, kami tidak dapat lagi mengarungi kerasnya jalan Jakarta bersama.
Dia bukan siapa-siapa, tapi dia sangat berarti buat saya. Februari tahun lalu, dia datang pertama kali ke kehidupan saya. Hingga nanti datangnya orang yang akan memisahkan kami. Dan waktu itu tidak akan lama lagi.
Saya harus mencari “dia” yang baru. Bukan berarti saya tidak lagi menyayanginya. Tapi kebutuhan membuat saya harus mencari yang baru. Saat ini “dia” yang baru sudah datang ke kehidupan saya. Semoga dia tidak lagi secepat terdahulu meninggalkan saya. Amin…! Terima kasih atas pengabdianmu selama ini… Aku takkan pernah melupakanmu…!
Monday, May 22, 2006
Lagu Suasana Hati
Jika, memang diriku bukanlah menjadi pilihan hatimu.Mungkin, sudah takdirlah, kau dan aku takkan mesti bersatu.
Harus, selalu kau tahu, ku mencintamu di sepanjang waktuku.
Harus, selalu kau tahu, semua abadi untuk selamanya.
Karena ku yakin, cinta dalam hatiku.
Hanya milikmu, sampai akhir hidupku.
Karena ku yakin, di setiap hembus nafasku.
Hanya dirimu, satu yang selalu kurindu.
Your song represent your heart. Itu sedikit banyak saya akui benar. Saat ini, entah kenapa hati saya sangat mellow. Beberapa hari yang lalu, seorang teman saya (dia seorang perempuan) pernah berkata, “saya baru kali ini tahu ada cowok yang betah banget berlama-lama dengerin lagu mellow kaya gitu.”
Argumen saya saat itu adalah, lagu itu mencerminkan suasana hati saya. Ya… apalagi yang mau dikata. Lagu itu bagaikan mendeskripsikan hati saya dengan tepat. Bisa dari liriknya yang mengena, atau notasinya yang menyayat hati. Seperti cuplikan lirik lagu dari Ungu yang berjudul Aku Bukan Pilihan Hatimu di atas.
Secara keseluruhan, saya kurang menyukai tema lagunya. Bagaikan menghampakan sesuatu yang seharusnya indah. Tapi saya sangat menyukai notasinya. Sederhana, sangat pop dan mellow. Tapi jangan salah mengerti, saya tetap pria sejati yang menyukai musik keras. Bayangkan saja, sejak smp, sebelum tidur saya selalu mendengarkan lagu dari album And Justice For All… milik MetallicA.
Hanya saja saat ini hati saya sedang melunak. Entah sampai kapan…!
